the secret of mathematics

the secret of mathematics

Minggu, 22 September 2013

lessons...

Detik ini aku belajar , lewat PPL yang sudah digariskan dalam semesterku. haahhh ini teramat sangat menyenangkan , saat aku bisa berdiri disini , berhadapan langsung dengan wajah - wajah polos mereka.
dulu sih aku pikir menjadi guru itu ribet, menjadi guru itu harus jadi yang paling pinter, jadi yang paling tahu, dan yang paling segalanya, tapi akhir - akhir ini aku mengerti, menjadi guru bukanlah sebuah ambisi untuk dipandang menjadi orang hebat, tapi menjadi guru adalah keikhlasan pegorbanan membuat mereka mengarti tentang hidup. menjadi guru adalah inspirasi untuk belajar, karena orang - orang hebat itu terlahir dari guru yang dari hati memang hebat, guru yang mampu berkorban demi siswa- siswanya.

Jumat, 01 Maret 2013

MICROTEACHING :|

microteaching....
ini sejarah yang nggak bakal aku lupakan , ahhh ya ampun , disaat aku belum prepare apapun , aku harus jadi PEMBUKA ... so amazing
apa sih , nggak ada yang spesial buat orang lain , tapi buatku ? ahh apa - apaan aku belum siap , ternyata doa teman - teman sebelum microteaching benar - benar dikabulkan...
saat aku duduk , iya baru saja duduk , ternyata undian itu menyebut namaku untuk tampil pertama kali, what the fun , aku nggak siaaap ya Allaaaahhh....
entah belepotan , entah amatiran , entah apa yang penting berdiri dulu ...
taukah kamu , aku berdiri di depan itu berasumsi sama seperti saat aku jadi PMK ? whats mana mungkin sama ? ini praktek ngajar kawan ...
ada juga pertanyaan yang hampir saja mematikanku saat didepan, untung aja curingku mengalahkan segalanya hahahahaha , aku jadi inget kata - kata bu Rita kalo anak matematika nggak pinter curing itu rugi hahahah
nggak jadi mati deh , lancaaarrrr meskipun di coment kurang persiapan, ya iyalah , materi aja baru ngeprint satu jam sebelumnya, coba aja kalo nggak ngeprint , saya mungkin sudah tewas di ruang ber AC itu, nggak belajar materi , nggak belajar ngomong dan semua terjadi secara otodidak !
tapi apapun yang terjadi , itulah pengalaman. toh nyatanya aku seneng bisa jadi pembuka , paling nggak sebagai bahan refleksi temen - temen yang maju setelah ku , aku yakin dari kesalahan ku , mereka jadi bisa berbenah...
and to everythings , thangs Allah , i cant do this without ur help :'D

Selasa, 26 Februari 2013

mom...dad...i love you : )

Dear Allah...
Nikmat mana lagi yang aku dustakan ya Allah ..
meskipun aku bukan berasal dari keluarga yang sempurna , paling tidak aku mempunyai ibu dan ayah yang sangat menyayangiku...
kami mungkin bukan manusia yang sempurna , tapi Engkau memberi kami sebuah arti kesempurnaan.
Allah , mungkin aku tak bisa menjamah wajah ibu sama ayah secara bersamaan , tapi aku yakin Engkau tetap menyatukan hati kami , karena kami memang satu dan tak bisa di pisahkan meski raga kami terpisah..
Allah , terimakasih untuk memberiku seorang ayah yang sempurna , ayah yang mau berkorban untukku hidup dan matinya, aku masih ingat dari aku kecil ayah bahkan tak pernah membiarkan ku jadi anak yang manja , ayah selalu mengajariku untuk kuat , untuk tegar dan ayah selalu melindungiku. dan ketika aku dewasa , ayah tak pernah mengeluh lelah , tak pernah mengeluh dia tak bangga memilikiku , bahkan dia selalu berusaha memberiku yang terbaik , Allah terimakasih , hidupku sempurna dengan ayah sepertinya...
Allah, terimakasih untuk memberiku seorang ibu yang menakjubkan , terimakasih telah membiarkanku lahir dari rahimnya yang suci , terimakasih untuk membiarkanku memilikinya. ibu yang sangat tegar yang pernah aku kenal , bahkan dalam keadaannya yang sekarang , ia tak pernah sedikitpun menunjukkan rasa sakitnya di depanku, rasa sakit yang dia pendam sendiri. saat di hadapanku , aku hanya bisa melihat senyumnya yang begitu cantik , paling cantik yang pernah aku lihat sepanjang umurku, ibu yang selalu melindungiku , ibu yang berbohong untukku agar aku bahagia , dan Allah apapun itu aku berterimakasih untuk telah mengirimkan aku seorang bidadari sepertinya...
meskipun kami jauh, meskipun kami hidup masing - masing , aku yakin didalam hati kami , kami adalah satu tubuh...
Ayah , ibu , terimakasih untuk semua didikan mu, untuk semua teguran mu , untuk semua kasih sayang mu, untuk semua doa mu , dan segalanya , sesungguhnya aku hanya bernafas untuk kalian , karena aku MENCINTAI KALIAN...

Selasa, 12 Februari 2013

curhatan kecil saat nge-blog

hal yang nggak pernah aku bayangkan bakal sesulit ini , yap benar desain blog ku sendiri. ini apa apaan kalaau seperti ini , saat aku berada di depan laptopku , aku seperti dipermainkan oleh berbagai macam script , ah ya ampun , itu script seperti tertawa senang melihat kedodolan ku !! ironis
kalau desain blogger itu , aku mau gimana , jadinya gimana , aku pengen gimana , jadinya gimana aaaaaarrrrggghh saya bisa gila kalau terus - terusan seperti ini !

Sabtu, 22 September 2012

Sebungkus coklat kecil



“Sri hernawati”
itulah nama sahabat yang kini duduk di sampingku! Gadis berambut pirang nan lurus itu kini telah banyak mengisi hari – hariku. Dia bukan seorang bule, namun entah mengapa aku merasa dia terlalu cantik untuk ukuran orang desa.
Kami bertemu saat awal pendaftaran SMP , dia duduk di belakangku maka secara alamiah pun aku mengenalnya. Buat ku dia gadis yang sederhana dan baik hati. Tak pernah satu kalipun aku mengingat, dia berbuat jahat pada ku. Ya memang sebuah persahabatan kecil yang manis.
“heh, kamu liat gag anak yang main voly disana?” dia menjawilku yang sedang asyik dengan makananku.
“yang mana?” aku masih melihat makananku
“heh kamu jangan makan mulu dong...lihatlah itu lho yang lagi pegang bola” dia menarik kuncir ku
“aah ribet, mana sih” masih tetap sambil makan
“lihat kan? Cakep ya?” dia senyum – senyum gag jelas
#gleek....
“hah?” aku melihat ke arahnya
“kenapa?” dia nampak heran
“Ardy na’? kamu yakin masih sehat kan?”
“lah kenapa?cakep lagi, pinter maen voly” dia melihatku sambil senyum – senyum
“aaah enakan juga makan sate ojek na” aku pergi meninggalkannya yang masih stay dibawah pohon.
                                                                                    ###
Begitulah aku dan dia, tak pernah sependapat dalam hal apapun. Dia bilang A, aku bilang B. Namun bagaimanapun bentuknya, persahabatan ini tetaplah indah. Pernah suatu hari seorang pedagang keciprut sampai bingung karena kami.
“pokoknya aku pilih yang di tengah titik!” katanya sambil melotot
“gag boleh, aku aja , kan aku lebih kecil” aku protes
“tapi kan kamu lebih gendut”protesnya balik
“kalo gitu dibagi 2 aja!itu kan ada 3 yang besar, kamu satu, aku satu yang satu di paro!” kataku menengahi
“hasyah kalian ini, keciprut satu telenan aja ribet amat!”bapak keciprut mulai jengkel
Kami tersenyum! Memang begitulah ulah kami. Tak perrnah lelah membuat orang lain gusar. Kami tetap bersyukur meski kami bukan termasuk murid – murid yang pintar seperti yang lain.
Bukan hanya kesenangan itu, lewat dia juga aku belajar bagaimana susahnya untuk hidup. Dari cerita – cerita nya aku mulai membayangkan sungguh hidupnya tak seperti apa yang dia tampilkan saat bersama denganku. Di balik senyum itu terkadang juga ada lara, namun entah mengapa aku rasa dia begitu teramat sangat pintar menyembunyikan perasaannya.
                                                                                    ###
Hari senin...
I hate hari senin. Hari dimana aku harus berolah raga adalah hari yang paling aku benci. Bau encut, tubuh kringetan dan sebainya akan menjadi penyedap hari senin.
Hari ini latihan jungkir balik atau lebih kerennya adalah roll depan belakang kanan kiri. Dan aku hanya mampu mlongo.
“ini olah raga apa latihan jadi trenggiling sih?” kataku polos dengan kunciran 2 ada rambutku
“olah raga dul”jawabnya singkat yang sedari tadi duduk di sampingku
“aku mana bisa”bisikku
“dicoba aja nanti”
Aku terdiam. Menurutku agak aneh olahraga disuruh beginian, setauku yang namanya olahraga ya jogging,basket,voly dan jajan.
“sri hernawati”
Guru itu memanggil namanya, aku sempet deg- degan. Entah apa yang akan terjadi pada herna setelah ini. Apakan dia akan berguling seperti trenggiling, atau malah patah leher. Aku diam dan mengamati, namun tak lama aku menutup wajahku dengan tanganku. Dia mulai mengambil ancang – ancang, dan............ dia berhasil berguling seperti trenggiling. Nampak sekali pada wajahnya ia sedikit deg – degan. Tak lama setelah itu dia pun berdiri dan kembali ke tempatnya semula.
“busyet... ente jadi trenggiling na” kataku amazing
“lah biasa aja, dulu waktu aku ikut jadi kelompok kethoprak aku sering jungkir balik kayak gini”
“hah?ente main gitu juga?” kataku terkejut sambil melihat ke wajahnya
“iya, kenapa?aneh ya?mau gimana lagi, kadang uang saku ku juga dari sana” dia menjawab tanpa melihatku
“ente jadi apa na’, jadi petruknya ya?”
“ente bagong” dia menyerngit
                                                                        ###
Tak semangat aku sekolah hari ini. SMP ku berasa neraka pasca kepalaku nancep di matras waktu latihan roll kemarin, ya aku sama sekali nggak berhasil jadi trenggiling.
Malas – malasan aku melangkah ke kelas, tangan kanan ku masih sibuk memijat leher ku.
“patah non?” sebuah suara muncul di belakangku
“mau piket dulu jangan di ganggu” jawabku asal – asalan
“nggak nyambung.. ngeek banget ente” katanya sambil berlalu
“huh cereweeet, uda tau kemarin kepalaku nancep di matras” aku menoleh jengkel pada sosok yang tadi mengatai ku patah leher.
Aku terdiam. Nampak bocah laki – laki yang kemarin di tunjuk si herna duduk di depan kelasku. Bocah laki – laki yang manis dan berlesung pipi itu kini telah berada di depanku.
“ngapain berangkat jam segini dy?”
“piket”
Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal
“piketmu kan hari jumat”
“darimana kamu tahu?” dia melihatku
Aku mendadak diam. Keceplosan. Dia bisa ge-er setelah ini.
“nganu, kalo itu.. kan aku itu eemmmm baca di itu jadwal piket” jawabku sekenanya
“kapan kamu masuk kelasku?” nampak dia tambah kebingungan
“aahh udah aku mau nyapu, oke!”
Aku meninggalkannya. Ada perasaan lain yang aku rasakan hari ini.
                                                                        ###
Hari ini aku pulang sendiri....
Asing banget berdiri sendiri diantara kakak kelas yang otoriter dan sok cantik itu. Seandainya aja herna satu arah denganku...
“dor!” suaranya nampak nggak asing
Aku menoleh.
“kamu lagi!kayak setan aja dimana – mana ada kamu!”
“hahaha... aku sendirian disana!”
“emang temenmu pada kemana dy?”
“beda jalur”jawabnya singkat.
Perasaan aneh kembali bersemayam di dadaku. Ada sesuatu yang nggak biasa ketika dia ada di deketku. Perasaan yang nyeri dalam hati, namun terasa nikmat untuk dinikmati.
Sejak saat itulah aku jatuh hati pada nya. Hampir setengah tahun ini aku habiskan hanya untuk memikirkannya. Hampir setiap waktu aku habiskan hanya untuk melihatnya, dan hampir semua kesempatan pulang aku gunakan untuk berjalan dengannya.
                                                                        ###
Aku berdiri di sisi jendela dekat meja guru. Dari sanalah aku bisa melihat dengan bebas lapangan bola voly. Nampak manis melihatnya latihan seperti itu. Meski antara aku dan dia tak pernah terikrar sebuah ikatan.
“door, ngapain kamu?”
“lihatin makhluk-makhluk aneh latihan hehe”
“lehermu udah sembuh?”
“udah na”
“aku mau cerita, tapiiii....”
“cerita apa” tanyaku sambil memandangi dia yang sedang memberi umpan bola
“aku suka sama seseorang” dia mengatakannya dengan cepat
“hah” aku refleks menoleh padanya
“iya... aku jatuh cinta.. cinta pertama”
“sama siapa?” tanya ku antusias sambil menariknya duduk di atas meja
“tuuu” dia menunjuk ke arah lapangan
#degg
“ka-a-mu suka Ardy?”tanyaku gugup
“i-iya” dia tersenyum
Aku diam
“tau nggak, dia itu punya panggilan special buatku, hihi dia panggil aku sri”
“terus” aku tersenyum
“iya.. masa katanya ita, dia suka jalan sama ita buat bikin aku cemburu”dia memandang ke lapangan
Aku terdiam, ada perasaan yang mengganjal dihatiku. Dan yang benar saja, cinta pertama kami adalah orang yang sama. Seharusnya aku telah menyadari sebelumnya kalau herna menaruh hati pada Ardy. Namun tidak perasaan ini dan perhatian Ardy padaku telah membuatku tanpa sadar menyukainya. Ya cinta pertama yang harusnya indah jadi seperti ini.
                                                                        ###
“kamu suka Ardy juga” herna memberiku kertas kecil
“hah?oh enggak” balasku pada kertas yang sama
“hatimu sakit ya waktu aku cerita – cerita ardy sama kamu?”
“enggak na, lagi pula ngapain aku suka sama cowok tengil kayak Ardy?” aku tersenyum
Aku diam. Ada beribu butiran air mata yang masih tertahan. Jika munafik itu dosa, untuk kali ini aku ingin berdosa untuk membuat herna tenang dengan cinta pertamanya.
“tapi kalian akrab banget ya?”dia menulis lagi
“yaa gitu na, kita kan satu arah, rumahnya juga deket, jadi ya alamiah aja deketnya”
“enggak ih, dia kayaknya suka kamu, buktinya dulu dia bilang kamu gembul tapi cantik”
“wkwkwk namanya juga bocah” aku menoleh padanya sambil menahan tawa
#tok tok...
Nampak ada suara yang mengetukku dari balik jendela. Dengan cepat aku menoleh. Aku terdiam, nampak sebuah wajah manis dengan lesung pipi berdiri di balik jendela kaca.
Aku mengalihkan pandanganku. Dan tertunduk.
“nay,gak ada gurunya to?” dia berteriak padaku
“ha?enggak” jawabku sedikit heran
Dia berjalan kearahku. Aku Cuma diam.
“pinjem pensil i..ni” katanya sambil menyomot pensil yang baru aja aku lancipin.
“heeeh tuyul... milihnya yang itu i. Asem !” kataku refleks
Dia tersenyum di balik jendela dan meninggalkanku.
“cieh...” herna memberiku kertas kecil lagi
“bete, maen srobot aja tu orang”
Sebenarnya ada rasa bahagia, saat detik itu. Ternyata dia masih mengingatku. Aku pun tersenyum.
                                                                        ###
Aku terduduk sendiri di bawah pohon besar di samping kelasku. Angin sepoi – sepoi siang itu sedikit membuatku nyaman. Begitu banyak yang harus aku lakukan, dan berpura- puralah yang menjadi topik paling hangat dalam hidupku.
Sedikitpun aku tak ingin menyakiti hati herna, namun aku juga tak mau sedikitpun memalingkan wajah untuk Ardy.aku menghembuskan nafas panjangku.
“aku tahu kamu disini nay” herna duduk disampinku
Aku tersenyum
“ kita dari dulu tak pernah sehati, tetapi dalam urusan cinta, mengapa kita punya selera yang sama ya?”dia memandangku
Akupun memandangnya
“kita terlalu muda na” aku kembali memandangi pohon besar di depanku
“dan ini cinta pertama kita”
“cinta pertama mu na, semua orang juga tahu” jawabku lirih
“hatimu pasti sakit” dia menghembuskan nafas panjang
“enggak na’, hidupku nggak Cuma Ardy,milikin kamu aja udah bikin aku seneng”
“apalagi aku, milikin kamu adalah sebuah mu’jizat”
Aku menoleh
“nyanyi aja yuk!” dia mengedipkan mata
“lagu apa?”
“ku tak bisa menggapaimu, tak kan pernah bisa”
Aku menoleh. Lagu itu adalah lagu yang pernah di nyanyikan Ardy. Dan aku tak tahu pasti herna mengetahuinya ataupun tidak.
“tak kan pernah bisa” aku tersenyum
Aku diam. Kemudian memberikan sebuah pensil pada herna.
“lho apa ini nay?” dia nampak heran
“pensil” jawabku singkat
Dia terdiam
“yang pernah di pinjam Ardy tempo dulu”
Aku tersenyum.
“kamu aja yang nyimpen, Cuma ini kan yang kita punya dari Ardy....”
Dia menerima pensil yang tadi ada digenggamanku.
“nay, ini udah jadi milikku kan?” herna memandang jauh di depannya
“tentu” jawabku sambil menghembuskan nafas panjangku
“kalo gitu, boleh aku hancurkan nggak pensil ini” dia menoleh padaku
Aku refleks menoleh padanya. Ini adalah satu – satunya barang yang pernah kita miliki dari Ardy.
“sungguh aku lebih ingin terus bersamamu dari pada Ardy” katanya lirih
Aku tersenyum
“ku tak bisa menggapaimu, tak kan pernah bisa” dia bernyanyi lirih. Nampak sebuah air mata menetes di pipi lembutnya
“walau sudah letih aku, tak mungkin lepas lagi” aku memandang wajahnya
“kau hanya mimpi bagiku”
“tak untuk jadi nyata” aku menunduk. Dan menghapus air mataku. Sungguh aku tak ingin sedikitpun nampak sedih dihadapan herna.
“nay..”
“biarkan ini berjalan seperti ini, entah siapa yang akan bertahan, mungkin dialah yang terbaik untuk Ardy”
“cinta pertama bukan yang terakhir kan?” tanyaku padanya
“nay” dia menoleh kepadaku dengan sisa air mata di wajahnya
“ya na”
“kalau nanti kamu lulus, terus kita sekolah di tempat yang berbeda, maukah kamu tetep jadi sahabatku”
Aku diam
“maukah kamu tetap mengingatku meskipun nanti aku tak sejalan lagi denganmu?”
Aku tetap diam
“maukah kamu tetap memberiku kabar suatu saat nanti?suatu hari nanti mungkin kita udah punya telepon genggam”
“kamu ngomongnya terlalu jauh” aku mengeluarkan sekali lagi nafas panjangku
“hidupku nggak semulus hidupmu. Mungkin sewaktu-waktu aku bisa jadi non lagi”
Aku diam
Banyak dari kehidupannya yang tak begitu aku pahami.
“na’, buat aku apapun kamu, kamu itu sebagian dari hidupku, kalaupun kita nantinya berpisah dan lost contact pun kamu bakal selalu ada di hatiku” kataku lirih
Aku menggenggam tangannya, dan meletakkannya di dadaku.
“disinilah kamu tinggal, jauh lebih banyak tempat untukmu dari pada untuk ardy, cinta pertama kita”
“sungguh aku sayang banget sama kamu nay” dia meneteskan air matanya lagi
“semanis coklat, eh kita mampu gag ya beli coklat yang besar itu” kataku tiba – tiba
“enakan keciprut”
Kamipun tertawa
“eh kado dari kamu kemarin, kenapa gendut banget burung hantunya?” kataku sambil menjitak kepalanya
“hihi, lah kamu kan gendut” dia tertawa
Aku tersenyum. Dan sungguh aku merasa ada malaikat disampingku. Seseorang yang benar – benar tak ingin menyakiti perasaanku meskipun harus mengorbankan perasaannya.
                                                                        ###
Langit menangis hari ini...
Petir pun tak henti – hentinya menyambar. Sudah terlalu lama aku membuang waktuku untuk mengingat seorang sri hernawati.
Setelah itu aku hampir tak bisa melihatnya lagi. Dia pergi dari kehidupanku, dan sama sekali tak ada tempatku bertanya dimana dia sekarang.
Aku masih mengingat satu perkataannya bahwa ia akan terus menggenggam erat persahabatan kita, meski nyawanya tak tergenggam lagi. Dan aku percaya jauh disana dia juga selalu merindukan keberadaanku disampingnya.....yah meski kini kita tak sejalan lagi. Namun yang pasti tuhan kita masih sama, meskipun kita telah pada jalur yang berbeda...
Aku merindukanmu, lebih dan lebih banyak dari pada rinduku pada Ardy.....
*) tidurlah.. selamat malam
*)lupakan sajalah aku
*)mimpilah dalam tidurmu
*)bersama bintang....

mxit oh mxit




Mxit , ini kedua kalinya aku nyoret – nyoret tentang mxit , eh bukan nyoret ding tapi ngetik- ngetik. Bukan apa apa sih sebenernya tapi mxit itu banyak banget ngasih ane inspirasi, dari cerita kehidupan, percintaan, intrik dan segalanya (nggak ceta -_-) wkwk oke lupakan , mari lah sodara – sodara kita mengkaji isi dari mxit ini, (udah kek mau bikin skripsi aja ini pake kaji mengkaji ).
Mxit oh mxit , banyak banget nih aplikasi ngasih kita hiburan , nemuin kita sama temen – temen baru , nemuin kita sama musuh – musuh baru dan bisa juga nemuin jodoh kita K hayooh siapa kira – kira yang dapet jodoh dari mxit? Wkwk tak hanya itu , di dalem mxit juga banyak cowok – cowok cakep dan cewek – cewek cantik di poto. yaa meskipun poto editan , aku juga gag tau aslinya juga cantik apa enggak wkwk ada juga cewek dan cowok yang pas – pas an , ada juga cewek dan cowok yang dibawahnya pas – pas an #plaakk , ada yang orang kaya, orang setengah kaya , orang yang pura – pura kaya, ada juga yang cantik tapi pura – pura jelek , ada juga yang jelek tapi pura – pura cantik (emang bisa ya , kata mbakku sih jelek itu absolut wkwk) terus apalagi yaaa, ada juga orang yang aslinya pendieeeeeem banget, tapi di mxit cerewet , ada juga orang- orang mesum , ada juga orang- orang yang pura- pura mesum dan ada pula orang- orang mesum tapi tersembunyi wkwk (ngomong – ngomong masalah mesum , mesum itu kan hak asasi dan pilihan hidup, jadi yaa biarin aja laah, asal nggak mesumin kita yang no problem kan! :D ) terus ada lagi orang – orang yang pamer, orang- orang yang pura – pura pamer (maksudnya pamer tapi nggak ada yang di pamerin *nggedebuz*)pokoknya semua telah ditakdirkan ada dimxit, tak tertinggal juga orang – orang endut macam diriku K
Apapun yang terjadi didalamnya, kita tidak bisa mengingkari kalo mxit itu udah menjadi obat candu bagi penggunanya. Ada yang dari mata melek, sampe merem lagi mxitnya nggak pernah ov , ada juga yang merem sambil mxitan, ngobrol sambil mxitan, menyendiri sambil mxitan, pup sambil mxitan, dan tak lupa juga kuliah sambil mxitan. Nggak ada yang bisa menghentikan nafsu kita untuk menggauli si mxit kecuali rumahnya nggak ada jaringan. Pulsa habis bisa hutang, handphone rusak bisa minjem , batre habis di rumah nggak ada tancepan , pinjem tancepan tetangganya , kecuali kalo layar hapenya udah ada tulisannya “Emergency” barulah seseorang bakal berhenti mxitan.
Oh iya ada lagi, mxit juga bisa bikin orang jadi gila. Kenapa? Karena banyak tercipta orang – orang yang sukanya senyum – senyum sendiri kalo main mxit. Ketawa-ketawa sendiri, nangis – nangis sendiri kalo perlu banting hape sendiri(wkwk). Banyak juga orang – orang yang menomer satukan mxit , namun ada juga yang memandang rendah orang yang main mxit padahal dia sendiri main mxit, salah satu contohnya kalo aku nulis tentang mxit gitu atau bikin status yang ada hubungannya dengan mxit , pasti ada anak mxit yang coment gini “jek urip ae al nek mxit” -_- yaa ntar nek mati tak bawa hape biar bisa mxitan di alam kubur !

Banyak sebenernya yang bisa kita dapet dari mxit, dari pengalaman , teman baru , pacar baru, apalagi yaa? yang jelas , have fun with your world in mxit , nikmatin aja yang ada sekarang, siapa tau aja besok hape kita nyemplung sumur terus nggak bisa mxitan lagi (G)v

Jumat, 27 Januari 2012